ABSTRAK
SWOT adalah singkatan yg diambil dari huruf depan kata Strength, Weakness, Opportunity dan Threat, yg dalam bahasa Indonesia mudahnya diartikan sbg Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman.
Metoda analisa SWOT bisa dianggap sbg metoda analisa yg paling dasar, yg berguna utk melihat suatu topik atau permasalahan dari 4 sisi yg berbeda. Hasil analisa biasanya adalah arahan/rekomendasi utk mempertahankan kekuatan dan menambah keuntungan dari peluang yg ada, sambil mengurangi kekurangan dan menghindari ancaman.
Jika digunakan dgn benar, analisa SWOT akan membantu kita utk melihat sisi-sisi yg terlupakan atau tidak terlihat selama ini.
Disini saya mencoba melakukan penilaian sederhana tentang sebuah Bidan praktek Swasta Bidan "X" di Jombang dengan menggunakan Analisa SWOT,
Kekuatan:
-> Beliau menjabat sebagai kepala desa, sehingga menambah pengaruh untuk mencari klien
-> Dipercaya warga di lingkungannya
-> ketrampilan cukup
-> Cukup ramah kepada klien
-> Tempat strategis
Kelemahan:
-> Kurang maksimal dalam pelayanan karena doble action,sebagai Lurah.jadi kadang-kadang pelayanan sambil menerima telepon sana-sini dari pamong-pamongnya.hehe
-> Tempat pelayanan kurang rapi dan bersih
-> Waktu pelayanan malam hari kadang sesuai mood (capek apa tidak) setelah mengurusi masalah kelurahan
-> Adakalannya membedakan pelayanan terhadap klien,sang Fulan dan Si Fulan :(
Kesempatan:
-> Di daerahnya belum banyak berdiri Bidan Praktek,sehingga pesaingnya sedikit.
-> Karena dia Lurah,so otomatis masyarakat memandang lebih jadi mudah untuk memberikan sugesti kepada klien.
Ancaman:
-> Jika melakukan kesalahan akan mudah dan cepat di ekspost oleh masyarakat,dan berpengaruh terhadap imagenya sebagai bidan
-> Berakhirnya masa jabatan "Lurah"-nya,bisa jadi mengurangi nilai jual praktek kebidanannya
Sebenarnya posisinya sebagai lurah bisa menjadi kekuatan dan menjadi ancaman bagi BPS ini,namun tergantung bagaimana beliau menyikapinya saja.
Melihat SWOT di atas,saya bisa menyarankan bagaimana harus meningkatkan kekuatan dan memperbaiki kelemahannya.
- Harus bisa profesional, kapan berperan menjadi bidan dan kapan menjadi lurah agar pelayanan maksimal dan klien puas
- Jika jabatan Lurahnya akan segera habis ya ikut pilihan lurah lagi untuk masa jabatan berikutnya...
Demikian hanya ini analisa sederhana saya jika mungkin ada pihak yang kurang berkenan mohon maaf dan harap maklum, saya juga masih belajar dan ini subyektif saya selama praktek di sana.
Kamis, 28 Januari 2010
Selasa, 29 Desember 2009
Kenaikan Berat di Awal Kelahiran Menyebabkan Kegemukan
Bayi yang bertambah berat dengan cepat dalam enam bulan pertama kehidupannya lebih besar kemungkinannya untuk menjadi gemuk pada umur 3 tahun, menurut sebuah studi terbaru.
"Ada bukti yang bertambah bahwa perubahan-perubahan cepat dalam berat tubuh selama masa bayi meningkatkan risiko kegemukan pada anak-anak," kata peneliti Elsie Taveras, MD, PhD, dari Harvard Medical School, dalam rilis berita.
"Bukti-bukti yang ada mengatakan bahwa masa bayi merupakan periode penting untuk mencegah kegemukan anak dan konsekuensi yang terkait."
Dalam studi yang dipublikasikan dalam Pediatrics itu, peneliti membandingkan ukuran berat terhadap panjang yang diambil saat kelahiran, usia 6 bulan, dan usia tiga tahun pada 559 anak-anak.
Peneliti mengatakan banyak studi sebelumnya terhadap kenaikan berat bayi dan kegemukan masa kanak-kanak memfokuskan terutama pada berat tubuh. Namun, memperhitungkan panjang serta berat merupakan indikator yang lebih baik terhadap kegemukan tubuh, serupa dengan indeks massa tubuh (BMI) yang digunakan untuk mengukur kegemukan pada orang dewasa.
Pada saat anak-anak mencapai usia 3 tahun, 9 persen di antaranya mengalami kegendutan.
Hasil riset menunjukkan hubungan antara kenaikan berat yang cepat terkait panjang antara kelahiran, 6 bulan, dan kegemukan saat kanak-kanak di usia 3 tahun adalah signifikan, bahkan setelah menyesuaikan dengan faktor-faktor seperti prematur atau bayi yang mengalami kurang berat badan saat kelahiran.
Secara keseluruhan, anak-anak di kuartil tertinggi berdasarkan ukuran berat berbanding panjang pada kelahiran dan usia 6 bulan memiliki kemungkinan 40 persen mengalami kegemukan kanak-kanak pada usia 3 tahun, dibandingkan 1 persen untuk anak-anak di kuartil terendah.
"Pada awalnya mungkin sukar dipercaya bahwa kenaikan berat hanya beberapa bulan di awal kelahiran dapat memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang, namun ini wajar karena begitu banyak perkembangan manusia terjadi dalam periode itu dan bahkan sebelum kelahiran," kata peneliti Matthew Gillman, MD, dari Program Pencegahan Obesitas Harvard.
"Sekarang kita perlu mengetahui bagaimana memodifikasi kenaikan berat bayi sehingga menyeimbangkan kebutuhan otak dan tubuhnya.
"Ada bukti yang bertambah bahwa perubahan-perubahan cepat dalam berat tubuh selama masa bayi meningkatkan risiko kegemukan pada anak-anak," kata peneliti Elsie Taveras, MD, PhD, dari Harvard Medical School, dalam rilis berita.
"Bukti-bukti yang ada mengatakan bahwa masa bayi merupakan periode penting untuk mencegah kegemukan anak dan konsekuensi yang terkait."
Dalam studi yang dipublikasikan dalam Pediatrics itu, peneliti membandingkan ukuran berat terhadap panjang yang diambil saat kelahiran, usia 6 bulan, dan usia tiga tahun pada 559 anak-anak.
Peneliti mengatakan banyak studi sebelumnya terhadap kenaikan berat bayi dan kegemukan masa kanak-kanak memfokuskan terutama pada berat tubuh. Namun, memperhitungkan panjang serta berat merupakan indikator yang lebih baik terhadap kegemukan tubuh, serupa dengan indeks massa tubuh (BMI) yang digunakan untuk mengukur kegemukan pada orang dewasa.
Pada saat anak-anak mencapai usia 3 tahun, 9 persen di antaranya mengalami kegendutan.
Hasil riset menunjukkan hubungan antara kenaikan berat yang cepat terkait panjang antara kelahiran, 6 bulan, dan kegemukan saat kanak-kanak di usia 3 tahun adalah signifikan, bahkan setelah menyesuaikan dengan faktor-faktor seperti prematur atau bayi yang mengalami kurang berat badan saat kelahiran.
Secara keseluruhan, anak-anak di kuartil tertinggi berdasarkan ukuran berat berbanding panjang pada kelahiran dan usia 6 bulan memiliki kemungkinan 40 persen mengalami kegemukan kanak-kanak pada usia 3 tahun, dibandingkan 1 persen untuk anak-anak di kuartil terendah.
"Pada awalnya mungkin sukar dipercaya bahwa kenaikan berat hanya beberapa bulan di awal kelahiran dapat memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang, namun ini wajar karena begitu banyak perkembangan manusia terjadi dalam periode itu dan bahkan sebelum kelahiran," kata peneliti Matthew Gillman, MD, dari Program Pencegahan Obesitas Harvard.
"Sekarang kita perlu mengetahui bagaimana memodifikasi kenaikan berat bayi sehingga menyeimbangkan kebutuhan otak dan tubuhnya.
Sabtu, 26 Desember 2009
Kehamilan Kosong (Blighted Ovum)
Hamil tapi tidak ada bayi dalam kandungan biasa juga disebut dengan kehamilan kosong atau blight ovum. Seperti kehamilan pada umumnya, ibu yang mengalami kehamilan kosong ini juga mengalami terlambat menstruasi, mual dan muntah diawal kehamilan serta terjadi pembesaran perut. Ketika dilakukan tes kehamilan, si ibu dinyatakan kehamilan positif. Hal ini disebabkan karena plasenta juga menghasilkan hormon kehamilan yaitu human chorionic gonadotropin (HCG). Nah, hormon inilah yang memberi sinyal bahwa kehamilan sudah terjadi.
Namun sayang, meskipun janin sudah terbentuk, tapi janin tersebut tidak tumbuh berkembang dengan sempurna. Kandungan hanya berupa kantong yang berisi cairan. Seorang ibu akan diindikasikan telah mengalami kehamilan kosong apabila telah dipastikan melalui pemeriksaan USG.
Penyebabnya :
* Hampir 60% kehamilan kosong disebabkan adanya kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur dan sel sperma.
* Meskipun prosentasenya tidak terlalu besar, infeksi rubella, infeksi TORCH, kelainan imunologi, dan sakit kencing manis/diabetes melitus yang tidak terkontrol.pada ibu hamil dapat menjadi menyebabkan terjadinya kehamilan kosong.
* Kian tua usia istri dan suami serta semakin banyak jumlah anak yang dimiliki juga dapat memperbesar peluang terjadinya kehamilan kosong.
Pencegahan :
* Melakukan imunisasi pada si ibu untuk menghindari masuknya virus rubella ke dalam tubuh. Selain imunisasi, ibu hamil pun harus selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggalnya.
* Sembuhkan dahulu penyakit yang diderita oleh calon ibu. Setelah itu pastikan bahwa calon ibu benar-benar sehat saat akan merencanakan kehamilan.
* Melakukan pemeriksaan kromosom
* Tak hanya pada calon ibu, calon ayah pun disarankan untuk menghentikan kebiasaan merokok dan memulai hidup sehat saat prakonsepsi.
Periksakan kehamilan secara rutin. Sebab biasanya kehamilan kosong jarang terdekteksi saat usia kandungan masih di bawah delapan bulan.
Namun sayang, meskipun janin sudah terbentuk, tapi janin tersebut tidak tumbuh berkembang dengan sempurna. Kandungan hanya berupa kantong yang berisi cairan. Seorang ibu akan diindikasikan telah mengalami kehamilan kosong apabila telah dipastikan melalui pemeriksaan USG.
Penyebabnya :
* Hampir 60% kehamilan kosong disebabkan adanya kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur dan sel sperma.
* Meskipun prosentasenya tidak terlalu besar, infeksi rubella, infeksi TORCH, kelainan imunologi, dan sakit kencing manis/diabetes melitus yang tidak terkontrol.pada ibu hamil dapat menjadi menyebabkan terjadinya kehamilan kosong.
* Kian tua usia istri dan suami serta semakin banyak jumlah anak yang dimiliki juga dapat memperbesar peluang terjadinya kehamilan kosong.
Pencegahan :
* Melakukan imunisasi pada si ibu untuk menghindari masuknya virus rubella ke dalam tubuh. Selain imunisasi, ibu hamil pun harus selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggalnya.
* Sembuhkan dahulu penyakit yang diderita oleh calon ibu. Setelah itu pastikan bahwa calon ibu benar-benar sehat saat akan merencanakan kehamilan.
* Melakukan pemeriksaan kromosom
* Tak hanya pada calon ibu, calon ayah pun disarankan untuk menghentikan kebiasaan merokok dan memulai hidup sehat saat prakonsepsi.
Periksakan kehamilan secara rutin. Sebab biasanya kehamilan kosong jarang terdekteksi saat usia kandungan masih di bawah delapan bulan.
Langganan:
Postingan (Atom)